READING

Berapa Uang Saku yang Anda Butuhkan untuk Melakuka...

Berapa Uang Saku yang Anda Butuhkan untuk Melakukan Perjalanan Umroh

Berapa banyak uang saku yang harus dibawa nanti? Ini pertanyaan klasik. Jawabannya pun amat relatif. Sebagai gambaran, seluruh kebutuhan akomodasi, transportasi dan konsumsi selama Anda menjalani umroh sudah ditanggung oleh biro perjalanan.

Lantas, apa gunanya membawa uang saku? Tetap ada, uang saku berguna untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang tidak disediakan oleh hampir semua biro umroh dan haji. Sebut saja untuk membeli oleh-oleh. Dapat dipastikan, rata-rata jamaah Indonesia, oleh kalangan pedagang di Saudi terkenal dengan hobi belanjanya. Maka rasanya tidak lengkap jika sepulang beribadah umroh, tidak membawa oleh-oleh.

Pada Mei 2014, jamaah umroh dari Indonesia yang melaksanakan Umroh selama 9 hari membawa uang saku rata-rata 1.000 real atau sekitar 3 juta rupiah. Jumlah tersebut, sebenarnya lebih dari cukup asalkan Anda berhemat dan membeli yang sekiranya perlu saja. Tukarkan rupiah Anda ke real di money changer Indonesia, karena harganya lebih murah dibandingkan dengan menukar di Saudi Arabia. Toko-toko di Saudi Arabia juga menerima rupiah, namun tentu saja kursnya lebih mahal.

Ada berbagai jenis toko oleh-oleh yang tersebar di sekitar Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, hingga Corniche Center Di Balad, Jeddah. Jika ingin membeli beraneka ragam oleh-oleh dengan harga yang murah, Anda bisa mencari toko yang memajang tulisan berlabel “Everything 2 Riyal” atau “Everything 5 Riyal”. Harganya relatif sama per item, yakni 2-5 riyal. Di toko-toko tersebut dapat ditemukan berbagai macam barang, seperti tasbih, sajadah, mainan anak, kosmetik, hingga parfum. Tentu saja, harga menentukan kualitas barang. Jika ingin membeli barang dengan kualitas yang bagus, Anda harus merogoh kocek uang saku lebih dalam lagi.

Keperluan yang menggunakan uang saku lainnya adalah pulsa maupun membeli kartu perdana operator komunikasi selama di Tanah Suci. Memang tak ada salahnya menggunakan kartu operator lokal, contohnya Mobily, STC, Zain, dll, dibanding kartu dari Indonesia. Selain pulsanya mudah didapat, menggunakan operator lokal Saudi konon lebih hemat biaya roaming maupun paket data.

Jadi, uang saku selama perjalanan umroh kembali lagi bergantung pada kesukaan maupun kebutuhan Anda. Biasakan memakai rumus “Jumlah Hari x Perkiraan Pengeluaran Perhari, Ditambah Uang Cadangan”. Bila ingin membawa tunai, alangkah lebih baik jika membawa pecahan 100 riyal maupun 100 dollar, untuk sekedar mempersiapkan kebutuhan jajan di hari pertama. Sisanya dapat disimpan di bank dan memanfaatkan ATM selama di Saudi untuk mengambil uang tunai.

Selain uang saku, ada baiknya Anda menggunakan internet banking. Kenapa? Karena ATM di Arab Saudi tidak bisa melakukan transfer menggunakan rekening bank Anda atau pembelian pulsa nomor ponsel Indonesia. ATM di sana hanya bisa melakukan penarikan tunai dengan mata uang Real. Dengan internet banking, kita bisa melakukan transaksi perbankan secara normal dalam mata uang rupiah.

Cukupkah membawa uang saku 3 juta rupiah? Tergantung pada masing-masing jamaah. Tidak mudah tergoda dan irit, merupakan kunci utama dalam mempersiapkan uang saku selama perjalanan umroh. Apabila uang saku yang dimiliki kurang dari estimasi di atas, tidak perlu khawatir. Karena untuk keperluan primer selama perjalanan umroh, biasanya seluruhnya sudah ditanggung oleh biro perjalanan umroh.

 

 


Your email address will not be published. Required fields are marked *